Hamas Ingatkan Obama Jangan Seperti Bush
Hamas mengingatkan presiden AS yang baru Barack Obama untuk tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan pendahulunya George W. Bush. Hamas juga menyatakan bahwa Obama akan dinilai dari tindakan-tindakan yang dilakukannya.
"Kami akan menilai Obama lewat kebijakan-kebijakan dan tindakan-tindakan yang dilakukannya dan bagaimana ia belajar dari kesalahan yang dilakukan pemerintahan AS terdahulu, khususnya pemerintahan George W. Bush dengan kebijakan-kebijakanya yang jahat dan tidak adil," tukas Fawzi Barhum, juru bicara Hamas dalam keterangan pers di Gaza City.
Sementara itu, Kepala Biro Politik Hamas Khaleed Misyaal kembali menyerukan dunia internasional untuk memaksa Israel membuka blokadenya terhadap Jalur Gaza setelah Israel menyatakan gencatan senjata sepihak dan mundur dari wilayah itu.
"Pejuang Palestina telah memenangkan peperangan. Kemenangan yang sama dengan Hizbullah ketika menghadapi musuh yang sama tahun 2006. Kita sudah mencapai tujuan kita memaksa musuh menghentikan agresi dan mundur," tukas Misyaal.
Namun ia mengingatkan para pejuang di Gaza untuk tetap waspada karena Israel adalah musuh yang licik dan licin dan pasti akan melakukan balas dendam.
Selain mendesak dunia internasional untuk memaksa Israel mencabut blokadenya, Misyaal juga mengatakan bahwa sudah saatnya dunia internasional melakukan kontak dengan Hamas. Ia meminta negara-negara Arab dan Muslim yang telah berjanji memberikan bantuan untuk Gaza, agar memberikan bantuan itu pada Hamas sebagai pihak yang memiliki otoritas di Gaza atau negara-negara donor itu mengerjakan rekonstruksi langsung di Gaza.
Misyaal menekankan hal tersebut, karena sejumlah negara seperti Mesir dan Arab Saudi enggan menyerahkan bantuan untuk Gaza melalui Hamas, tapi melalui pemerintahan Mahmoud Abbas di Tepi Barat.
"Negara-negara Arab dan Muslim yang telah menyatakan komitmen bantuannya untuk membangun kembali Jalur Gaza, harus menyalurkan bantuannya lewat pemerintahan yang sah di Gaza yaitu pemerintahan Ismail Haniyah, atau menangani rekonstruksinya secara langsung," kata Misyaal.
"Negara-negara itu sebaiknya tidak menyalurkan bantuannya ke pemerintahan yang sudah kita kenal sebagai pemerintahan korup," sambung Misyaal merujuk pada pemerintahan Mahmoud Abbas di Ramallah, Tepi Barat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar