Peran Arab Dalam Pembantaian Gaza |
| [ 30/12/2008 - 11:46 ] |
| |
|
Mihna Habil Ratusan tubuh yang berserakan dengan kondisi sangat menyedihkan, bergelimpangan diantara puing-puing bangunan yang porak-poranda akibat gempuran roket-roket Israel Sabtu pagi ( Pertanyaannya, dimanakah posisi para menlu Arab saat itu ??. Tentu mereka telah berupaya menasehati Tetapi kenyataanya membuktikan, para pemimpin Arab telah memayungi kejahatan Kenyataan ini bisa dibaca sejak pertemuan Karena apa yang terjadi di Gaza saat ini, atau sebelum adanya proyek perlawanan terhadap Israel dalam program pembebasan wilayah Palestina dari jajahan Israel, melalui paham pemikiran atau persatuan Negara Arab terkait proyek akhir perdamaian, sejumlah pemimpin Arab merasakan bahwa mereka tidak akan bisa eksis bila Israel tidak ada. Kenyataan ini belum terekspos ke dunia, namun dalam kasat mata tindakan-tindakan mereka mencerminkan kekhawatiran tersebut. Seperti proyek politik dan program-program mereka untuk meyakinkan kepada rakyatnya bahwa Dari sini kita paham, apa yang terjadi saat ini atau yang akan terjadi kemudian adalah murni keputusan Negara Arab secara resmi. Mereka telah ikut ambil bagian dalam penganiayaan terhadap Palestina. Mereka tidaklah terpaksa atau lemah dalam posisi ini. Kalaulah kita tampilkan pernyataan-pernyataan mereka terhadap Hamas, baik dari gerakan pemutihan pada Juni 2007 ataupun yang lainya, kita akan menemukan bahwa mereka menentang gerakan Hamas, bahkan mereka telah berkoalisi dengan pihak Oslo pimpinan Abbas yang berupaya menjatuhkan usaha rekonsiliasi nasional dari pihak Hamas. Karena mereka tidak suka dengan proyek perlawanan yang diusung Hamas. Adapun kesepakatan untuk menjatuhkan Walau sejumlah kesempatan untuk merealisasikan pedamaian yang legal yang dapat membebaskan rakyat Semakin jelas, apa yang terjadi saat ini merupakan realisasi dari sejumlah kesepakatan dengan Tel Aviv untuk memaksan Hamas menyerah dalam masalah ini. Terutama terkait prinsif-prinsif dasar bagi kepentingan Zionis. Hal ini bisa terlihat dari upaya Mesir dan Arab untuk menjatuhkan konsep pertukaran serdadu Giladh Shalit yang diajukan Hamas. Hal ini semakin nampak, ketika Direktur intelijen Mesir, Umar Sulaiman yang menyatakan kepada Israel, beberapa hari yang lalu, bahwa Mubarak tidak kurang semangatnya dalam membasmi pemerintahan Gaza, dari pada Tel Aviv sendiri. Akan tetapi blockade semakin meningkatkan perhatian dunia internasional. Situasi ini tentunya semakin menyulitkan negara Arab untuk melanggengkan blockade. Apalagi adanya dorongan dari rakyat Arab yang semakin meningkat untuk menghapuskan blockade tersebut. Padahal Negara Arab ini telah mengumumkan keberpihaknya kepada pemerintahan Abbas dan kelompok keamananya yang menentang Namun ternyata, pihak keamanan atau pihak yang berada di lapangan telah gagal dalam menjauhkan Hamas dari Kalau kita cermati wajah, Yasir Abdu Rabbih yang berbicara tentang apa yang terjadi saat ini di Cukuplah bagi kita mendengar pernyataan salah seorang pejabat penting
|
Desember 30, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar