ALASAN YANG LEBIH BURUK DARI KESALAHAN

BODAS PEKA- Konon, suatu ketika di pagi buta. Abu Nawas, penyair jenaka yang sangat dekat dengan Khalifah Harun Al-Rasyid, bertemu dengan seseorang. Rupanya Abu Nawas ingin bergurau, maka di pegangnyalah bagian terpenting anggota tubuh orang itu. Namun alangkah terperanjatnya Ia ketika Ia dihardik dengan keras oleh orang itu. Abu Nawas tersadar bahwa ternyata yang di pegangnya sang Khalifah, dengan suara terbata-bata Ia mengajukan alasan, "Maafkan saya tuanku, saya kira yang saya pegang permaisuri!" Tentu saja alasan ini menambah amarah Khalifah, karena apa yang di dengarnya ini jauh lebih buruk daripada kesalahan yang dilakukan oleh Abu Nawas.
Pada saat menjelang PEMILU, alasan yang lebih buruk dari kesalahan, terkadang kita dengar, "Tidak usah mencoblos peserta PEMILU, karena semuanya tidak ada yang mewakili aspirasi rakyat!" Alasan ini lebih buruk dari keengganan untuk memilih, karena menjadikan seluruh putra-putri bangsa yang dicalonkan dianggap buruk tidak dapat mewakili aspirasi rakyat. Apakah bangsa kita sudah sedemikian bejat sehingga mendapat penilaian demikian?
Agama dan pertimbangan akal sehat menetapkan keharusan adanya pemerintah yang mengelola kepentingan masyarakat. Dan PEMILU adalah cara yang paling tepat untuk mewujudkannya. Dalam pandangan Nabi Muhammad SAW, jangankan masyarakat umum, tiga orangpun walau dalam perjalanan dianjurkan untuk memilih salah seorang diantaranya sebagai pemimpin.
Memilih adalah amanat, jabatan yang diberikan oleh pemilih dan diterima oleh yang terpilih juga amanat. "Jika suatu amanat disia-siakan atau diserahkan kepada yang tidak wajar memikulnya (bukan ahlinya), maka nantikan saat kehancurannya!" Demikian pesan teladan dan contoh kita di dunia, Rasululloh Muhammad SAW. Ini berarti keengganan untuk memilih atau memilih yang tidak wajar (bukan ahlinya) merupakan penyia-nyiaan amanat! Dan anda tahu, bagaimana sikap/ancaman Alloh SWT terhadap yang menyia-nyiakannya.
Jangan pernah kita berkata, "Tidak ada yang layak dipilih, semuanya buruk!" Karena walaupun itu benar, Rasululloh SAW sekali lagi memberi arahan kepada kita, "Fii ba'dh al-syarri khiyar!" (Dalam yang burukpun ada pilihan) yakni dengan MEMILIH yang PALING SEDIKIT KEBURUKANNYA! Karena sabda Nabi mengemukakan argumentasi: "PEMERINTAHAN YANG ANIAYA LEBIH BAIK DARI KEKACAUAN."
BODAS PEKA mempersembahkan untuk
Indonesia Memilih yang Bersih, Peduli dan Profesional"
Indonesia Memilih yang Bersih, Peduli dan Profesional"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar